Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia

- Bung Karno -

Sejarah Sekolah - SMA NEGERI 98 JAKARTA

Sejarah Sekolah



Konon sekolah kita bernama SMAN 100, namun tak lama berselang berubah menjadi SMA Baru Kalisari. KBM sudah dimulai sejak 19 Juli 1987 . Setahun kemudian, dengan turun nya SK ( Surat Keputusan ) dirubah namanya menjadi SMAN 98 Jakarta. Keadaan sekolah yang pertama kali dipimpin oleh Drs. H. M. Ali Nuh sebagai kepala sekolah dan M. Zakir, BA sebagai wakil kepala sekolah sangat berbeda dengan sekarang. Dahulu jalan disekeliling sekolah masih tanah merah dan becek di kala hujan. Lapangan sekolah hanya padang ilalang. Tiang basket juga tidak ada, hanya ada pohon singkong di kanan kiri gedung sekolah. Pagar sekolah hanya seng bukan tembok seperti sekarang. Tidak bisa membayangkan perkembangan yang begitu pesat. sawah-sawah yang menghampar di depan gedung SMAN berubah menjadi perumahan elit dan ramai penduduk.

Saat itu gedung berlantai dua ini adalah satu-satunya gedung di jalan Jaha. Nama 'Jaha' diambil dari sebuah nama pohon Jaha yang terletak didekat pertigaan SDIT AsSaadah. Proses belajar mengajarnya dibagi menjadi 2 shift, yaitu pagi untuk kelas II dan III serta kelas I disiang hari sampai menjelang maghrib. Hal ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan ruangan belajar. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya Bu Lily ( Guru Biologi ), Bu Ratna, Pak Welly, Pak Nurhadi, Bu Yustin, Pak Parno, Pak Made, Bu Dwi Rini, dan Bu Sri Astuti selaku pengajar pertama yang mengajar di sekolah kita tercinta menjalankan kewajiban mereka. Karena pada saat itu transport masih jarang hanya ada Kopaja 502 dan 'odong-odong' yang lewat hanya sesekali. Sampai tahun ketujuh SMAN 98 masih berlantai dua yang di cor tanpa atap. Pada tahun kedelapan, barulah lantai tiga di bangun dan direnovasi di tahun tahun berikutnya hingga masih berdiri sampai saat ini.